Dolar Lemah, Investor Khawatir Pemangkasan Suku Bunga The Fed September
Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan di Kamis (28/8). Hal ini terjadi setelah pelaku pasar semakin meningkatkan taruhan terkait pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Dilansir dari Reuters, Jumat (29/8), Indeks Dolar (DXY) melemah 0,34% ke 97,830. Ia melanjutkan tren penurunan dua hari beruntun.
Penurunan greenback dipicu pernyataan dari Presiden Federal Reserve New York, John Williams. Ia menyebut langkah penurunan bunga memungkinkan, meski bergantung pada data ekonomi yang akan dirilis sebelum rapat kebijakan moneter pada 16-17 September 2025.
Dolar juga berada di bawah tekanan akibat meningkatnya upaya intervensi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia terus berupaya memperluas pengaruhnya atas kebijakan moneter, termasuk dengan berusaha memecat Gubernur Fed Lisa Cook.
Cook sendiri telah melawan langkah tersebut dengan mengajukan gugatan hukum. Ia menegaskan bahwa sang presiden tidak memiliki wewenang memberhentikan pejabat bank sentral.
“Ini bukan gambaran ekonomi yang akan melemah secara signifikan. Namun semua akan bergantung pada data tenaga kerja dan keputusan The Fed,” kata Head of Currency Solutions Insight Investment, Francesca Fornasari.
Investor kini menilai peluang 85% untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada rapat bulan depan. Fokus pasar tertuju pada data personal consumption expenditures price index dan laporan non-farm payrolls sebagai penentu arah kebijakan moneter berikutnya.
