Perdagangan Bursa Saham Tetap Dibuka Besok Senin (1/9) Pasca-Demo Ricuh

IDX BUMN Event

JAKARTA — Kondisi politik dalam negeri yang kian memanas dikhawatirkan memengaruhi pasar saham Indonesia. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum berencana meliburkan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi mengatakan, sampai saat ini, OJK akan tetap menjalankan perdagangan di pasar modal pada besok, Senin (1/9/2025). 

Bisnis pun telah meminta penjelasan kepada BEI terkait perdagangan pada besok, Senin (1/9/2025). Namun, sampai berita ini dirilis, belum ada jawaban dari Bursa.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan BEI akan menggelar pertemuan manajemen BEI dengan jurnalis pada Senin (1/9/2025) secara daring pada pukul 13.00-14.30 WIB. Namun, undangan pertemuan dari BEI itu tidak menyebutkan mengenai materi pembahasan yang akan disampaikan oleh manajemen BEI.

Pasar saham Indonesia memang dinilai akan terkena dampak kondisi politik dalam negeri yang memanas beberapa hari terakhir. Aksi demonstrasi buruh dan masyarakat luas di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) berlangsung hingga malam hari. Timbul korban jiwa seorang pengemudi ojek online (ojol) karena dilindas oleh polisi dengan mobil rantis.

Kejadian itu memicu amarah publik dan kalangan sesama pengemudi ojol. Ratusan massa mendatangi markas Mako Brimob (Brigade Mobil) di Kwitang, Jakarta pada Jumat (29/8/2025). 

Amarah publik pun meluas hingga menimbulkan terjadinya penjarahan rumah sejumlah anggota DPR RI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani oleh massa tidak dikenal. 

Seiring dengan memanasnya kondisi politik dalam negeri, pasar saham pun jeblok. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) telah melorot 1,53% ke level 7.830,49 pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (29/8/2025). Meskipun IHSG masih di zona hijau, menguat 10,63% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.

Pasar saham Indonesia juga mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp1,12 triliun pada perdagangan akhir pekan ini. Dengan begitu, net sell asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp50,94 triliun ytd.